<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Satu Jatim &#45; : Budaya</title>
<link>https://www.satujatim.com/rss/category/budaya</link>
<description>Satu Jatim &#45; : Budaya</description>
<dc:language>id</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 SatuJatim &#45; All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Makam Ibrahim Asmoroqondi, Dikeramatkan Banyak Orang Dan Tak Pernah Sepi Peziarah</title>
<link>https://www.satujatim.com/makam-ibrahim-asmoroqondi-dikeramatkan-banyak-orang-dan-tak-pernah-sepi-peziarah</link>
<guid>https://www.satujatim.com/makam-ibrahim-asmoroqondi-dikeramatkan-banyak-orang-dan-tak-pernah-sepi-peziarah</guid>
<description><![CDATA[ Makam Ibrohim Asmoroqondi Tuban tidak pernah sepi dari peziarah. Selain tempatnya strategis, banyak juga umat Islam yang mengkeramatkan sosok ayah Sunan Ampel ini. ]]></description>
<enclosure url="https://www.satujatim.com/uploads/images/202406/image_870x580_667236a647ab4.jpg" length="105696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 08:49:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Zidni Ilman</dc:creator>
<media:keywords>Makam Ibrahim Asmoroqondi Tuban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SatuJatim | Tuban</strong> - Kabupaten Tuban sudah sangat terkenal dengan julukan Bumi Wali. Hal itu tak lain dikarenakan banyaknya makam para wali yang terletak di ujung barat pantai utara Jawa Timur ini.</p>
<p>Salah satunya yang ramai dikunjungi para peziarah adalah Makam Ibrahim Asmoroqondi yang terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang. Makam ayahanda Sunan Ampel Surabaya ini tak pernah sepi dari peziarah selama 24 jam.</p>
<p>Secara historis, Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi adalah salah satu penyebar agama Islam di Tanah Jawa. Ia memiliki kekerabatan dengan beberapa wali songo. Diantaranya adalah Raden Rahmat (Sunan Ampel), Raden Maulana Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Syarifudin (Sunan Drajat).</p>
<p>Di komplek makam, terdapat masjid yang cukup besar. Kayu-kayu yang menjadi penopang di dalam masjid cukup unik. Sebab dilihat dari ukurannya yang cukup besar dengan berbagai ornamen yang terletak di pintu masuk makam.</p>
<p>Selain itu, masih ada beberapa peninggalan zaman dahulu yang terjaga dengan baik. Ada bedug, mimbar dan beberapa benda pribadi Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi. Pun demikian dengan sumur di dalam area makam yang terawat juga.</p>
<p>"Alhamdulillah, semua masih terawat dengan baik," ujar Rizal Pamungkas, Sekertaris Yayasan Masjid Ibrohim Asmoroqondi.</p>
<p>Setiap tahunnya ada peringatan haul. Biasanya, diadakan saat bulan Syawal dalam kalender Islam. Dalam rangka menyambut haul tersebut, kegiatannya dilaksanakan sekitar dua pekan.</p>
<p><strong>Tak Pernah Sepi Peziarah</strong></p>
<p>Meski tak masuk dalam daftar Wali Songo yang umum dikenal masyarakat, namun makam yang terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru kota.</p>
<p>Rizal-sapaannya mengungkapkan, setidaknya untuk hari-hari biasa, peziarah yang datang bisa mencapai 5000-7000 orang. "Itu dihitung dari kalkulasi bus yang datang. Dan bisa lebih sampai 8000 saat akhir pekan Sabtu dan Ahad," tuturnya.</p>
<p>Jumlah pengunjung ini belum dihitung dari para peziarah lokal. Mereka biasanya datang menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor untuk melaksanakan rutinan setiap Kamis malam Jumat Wage.</p>
<p>"Yang datang rutin paling ya dari Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Utamanya saat Kamis malam Jumat," ungkap pria asal Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang itu.</p>
<p>Menurut pria berkacamata tersebut, banyak peziarah jauh yang mampir ke makam Ibrahim Asmoroqondi dikarenakan berbagai alasan. Salah satunya adalah fasilitas yang tersedia. Sebab di sekitar komplek makam banyak tempat untuk beristirahat bagi para peziarah.</p>
<p>Sementara itu, Ma'rufah peziarah asal Kota Sidoarjo mengatakan, tiap agenda ziarah Walisongo, dirinya dan para rombongan selalu menyempatkan untuk menziarahi makam Ibrahim Asmoroqondi. </p>
<p>Hal itu tak lain untuk mendapatkan berkah. Selain itu juga karena aksesnya yang mudah dan dilewatu saat agenda berziarah.</p>
<p>"Ya dari Sunan Drajat mau ke Sunan Bonang kan lewat Asmoroqondi. Jadi sekalian mampir berziarah. Apalagi beliau (Syekh Maulana Ibrohim Asmoroqondi, Red) ini sesepuhnya para wali, jadi pasti mampir," pungkasnya. (zid)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Olahan Daging Kurban Yang Mudah Dan Lezat, Inilah Bahan dan Cara Membuat Krawu Khas Gresik</title>
<link>https://www.satujatim.com/olahan-daging-kurban-yang-mudah-dan-lezat-inilah-bahan-dan-cara-membuat-krawu-khas-gresik</link>
<guid>https://www.satujatim.com/olahan-daging-kurban-yang-mudah-dan-lezat-inilah-bahan-dan-cara-membuat-krawu-khas-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Nasi Krawu khas Gresik adalah salah satu olahan daging yang mudah dibuat dan tentu rasanya sangat lezat dinikmati pada hari raya Iduladha seperti ini. ]]></description>
<enclosure url="https://www.satujatim.com/uploads/images/202406/image_870x580_667026a860ea8.jpg" length="126548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Jun 2024 19:06:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>super1media</dc:creator>
<media:keywords>Cara membuat nasi krawu khas Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SatuJatim | Gresik</strong> - Nasi Krawu Khas Gresik adalah salah satu makanan nusantara yang dibuat dari olahan daging. Bisa menggunakan daging kambing maupun sapi seperti pada momen Iduladha seperti ini.</p>
<p>Banyaknya stok daging kurban berupa kambing atau sapi kadang bingung diolah sebagai makanan apa. Jika dibuat sate dan asem-asem atau rawon, banyak orang sudah membuatnya.</p>
<p>Ini ada salah satu olahan daging kurban yang mudah dibuat dan rasanya juga lezat, yaitu nasi krawu khas Gresik.</p>
<p>Persiapan Bahan:</p>
<p>1,2 kg daging sapi sengkel</p>
<p>2 liter air</p>
<p>Beberapa bahan bumbu halus:</p>
<p>10 siung bawang merah</p>
<p>5 siung bawang putih</p>
<p>4 butir kemiri, geprek</p>
<p>5 cm lengkuas, iris</p>
<p>3 cm kunyit, bakar</p>
<p>2 sdt ketumbar butir, sangrai</p>
<p>4 cm jahe, iris</p>
<p>50 ml minyak</p>
<p>30 ml air</p>
<p>Bahan lainnya:</p>
<p>800 ml air kaldu sapi</p>
<p>3 lembar daun salam</p>
<p>2 batang serai, geprek, iris</p>
<p>1 sdt kaldu sapi bubuk</p>
<p>½ sdt garam</p>
<p>½ sdt merica</p>
<p>½ sdt kaldu jamur / penyedap</p>
<p>1 sdm gula pasir</p>
<p>4 sdm kecap manis</p>
<p>3 sdm santan kental</p>
<p>1 sdt asam jawa</p>
<p>Bahan serundeng:</p>
<p>170 gr kelapa parut</p>
<p>3 cm kunyit</p>
<p>2 siung bawang putih</p>
<p>3 siung bawang merah</p>
<p>4 buah cabai merah keriting, rebus</p>
<p>5 lembar daun jeruk</p>
<p>½ sdt garam</p>
<p>½ sdt kaldu jamur / penyedap</p>
<p>2 sdm gula merah</p>
<p>Cara membuat nasi krawu dengan bahan-bahan di atas:</p>
<p>1. Presto daging selama 1.5 jam, kemudian tiriskan</p>
<p>2. Blender bawang putih, bawang merah, kunyit, dan sedikit minyak. Tumis hingga wangi</p>
<p>3. Masukkan daun jeruk, kelapa parut, gula merah, garam, dan kaldu jamur, masak di api kecil hingga kering. Sisihkan setengah serundeng</p>
<p>4.  Blender cabai merah keriting hingga halus kemudian tuang ke dalam sisa serundeng, masak kembali hingga kering, sisihkan</p>
<p>5. Blender lengkuas, jahe, kemiri, bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar, minyak, dan air hingga halus</p>
<p>6. Tumis bumbu halus hingga wangi lalu masukkan serai dan daun salam, tumis hingga wangi</p>
<p>7. Tambahkan air kaldu, daging, santan, asam jawa, garam, merica, kaldu jamur, kaldu sapi bubuk, gula pasir, dan kecap manis, masak selama 15-20 menit hingga meresap</p>
<p>8. Tekan-tekan daging hingga hancur</p>
<p>9. Sajikan daging lengkap dengan nasi, sambal terasi, dan bumbu serundeng.</p>
<p>10. Nasi krawu siap dinikmati bersama dengan keluarga atau teman.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Museum Kambang Putih Tuban, Wisata Edukasi Murah Meriah dan Mudah Diakses</title>
<link>https://www.satujatim.com/museum-kambang-putih-tuban-wisata-edukasi-murah-meriah-dan-mudah-diakses</link>
<guid>https://www.satujatim.com/museum-kambang-putih-tuban-wisata-edukasi-murah-meriah-dan-mudah-diakses</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Tuban memiliki banyak destinasi wisata edukasi dan salah satunya adalah Museum Kambang Putih di selatan Alun-alun Tuban ]]></description>
<enclosure url="https://www.satujatim.com/uploads/images/202406/image_870x580_666af96ce94cc.jpg" length="92662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 19:39:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>super1media</dc:creator>
<media:keywords>Museum kambang putih kabupaten Tuban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SatuJatim | Tuban - Museum Kambang Putih menjadi destinasi yang menarik perhatian para pengunjung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. </p>
<p>Dibuka untuk umum, museum ini telah menjadi pusat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan warisan budaya kaya yang dimiliki oleh daerah ini.</p>
<p>Museum Kambang Putih merupakan tempat yang menampilkan koleksi artefak dan benda-benda bersejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Tuban.</p>
<p>Dari prasasti-prasasti kuno hingga senjata tradisional, pengunjung dapat mengikuti jejak sejarah dan melihat langsung kehidupan masyarakat Tuban dari masa ke masa.</p>
<p>Salah satu daya tarik utama Museum Kambang Putih adalah pameran interaktif yang mengundang pengunjung untuk terlibat secara langsung dalam pengalaman belajar.</p>
<p>Melalui instalasi-instalasi multimedia dan presentasi visual, pengunjung dapat menjelajahi sejarah Tuban dengan cara yang menarik dan informatif.</p>
<p>Museum Kambang Putih juga berperan penting dalam pendidikan masyarakat setempat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya mereka.</p>
<p>Melalui program-program pendidikan dan kegiatan-kegiatan budaya, museum ini membantu membangun kesadaran akan pentingnya merawat dan memahami warisan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Tuban.</p>
<p>Selain sebagai pusat edukasi budaya, Museum Kambang Putih juga menjadi tempat rekreasi yang menarik bagi wisatawan. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai, museum ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi mereka yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya Tuban.</p>
<p>Kehadiran Museum Kambang Putih tidak hanya meningkatkan kesadaran akan warisan budaya Tuban, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di daerah ini.</p>
<p>Dengan menarik wisatawan dan memberikan pengalaman yang berharga, museum ini membantu mengangkat potensi pariwisata Tuban ke tingkat yang lebih tinggi. (him)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melihat Keseruan Lomba Dayung Perahu Desa Gredek, Tradisi Perayaan Setiap Kemerdekaan</title>
<link>https://www.satujatim.com/melihat-keseruan-lomba-dayung-perahu-desa-gredek-tradisi-perayaan-setiap-kemerdekaan</link>
<guid>https://www.satujatim.com/melihat-keseruan-lomba-dayung-perahu-desa-gredek-tradisi-perayaan-setiap-kemerdekaan</guid>
<description><![CDATA[ Tampak para peserta yang berisi empat orang tim itu sangat kompak memainkan dayung di atas air. Teknik dayung yang sempurna serta koordinasi yang cermat menjadi kunci utama untuk meraih prestasi dalam lomba ini. ]]></description>
<enclosure url="https://www.satujatim.com/uploads/images/202308/image_750x500_64eb5f1594a9e.jpg" length="124455" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 21:36:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Alamsyah</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://satujatim.com/admin/satujatim.com"><strong>SatuJatim</strong></a> | Suara gemuruh sorak penonton memeriahkan acara lomba dayung perahu di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Minggu (27/8/2023). Acara yang digelar setiap perayaan kemerdekaan itu tak pernah gagal menjadi hiburan warga.&nbsp;</p>
<p>Terlihat ribuan penonton memadati tepi waduk Desa Gredek untuk memberikan dukungan kepada para peserta lomba. Bahkan, beberapa desa di Kecamatan Duduksampeyan pun ikut hadir dan meraimaikan.</p>
<p>Tampak para peserta yang berisi empat orang tim itu sangat kompak memainkan dayung di atas air. Teknik dayung yang sempurna serta koordinasi yang cermat menjadi kunci utama untuk meraih prestasi dalam lomba ini.</p>
<p>Kepala Desa Gredek M Bahrul Ghofar mengatakan, lebih dari 20 desa di Kecamatan Duduksampeyan ikut meramaikan dan menjadi peserta lomba dayung perahu. Tahun ini lomba dayung perahu di desanya diklaim lebih meriah dari tahun sebelumnya.&nbsp;</p>
<p>"Event ini selalu dinanti karena tidak hanya Warga Gredek yang ikut serta, melainkan para desa-desa di Kecamatan Duduksampeyan kita undang dalam giat ini," katanya.&nbsp;</p>
<p>Kedepan, lanjut Ghofar, lomba dayung perahu di desanya akan ditingkatkan lagi. Ia merencanakan event ini berskala kabupaten. Hal ini agar semua desa di Gresik ikut serta memeriahkan acara ini.&nbsp;</p>
<p>"Tahun depan kita gelar lagi dengan merebutkan Piala Bupati dengan hadiah yang lebih fantastis lagi," bebernya.&nbsp;</p>
<p>Ghofar yang juga mantan aktivis gerakan itu berharap gelaran tahun depan akan ditingkatkan lagi pada tatanan penyelengaraan. Khususnya lebih mengedepankan kerukunan dan menghindari fanatisme golongan.&nbsp;</p>
<p>"Jangan sampai kemeriahan kemerdekaan ini dicederai dengan tindakan-tindakan yang merugikan. Karena menjaga kerukunan itu sangat penting," pungkasnya. (aam)</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>