Matematika Membumi di Kalangan Santri Melalui Learning Community di Kediri
Satujatim, Kediri | Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an(PPTQ) Al Ma’ruf Mojo Kediri mendapatkan bantuan tenaga dari mahasiswa S2 Universitas Islam Malang (UNISMA).
Guru tersebut adalah Nurul Izzah yang mendapat tugas pendampingan pembelajaran matematika berbasis learning community.
Nurul Izzah melakukan pendampingan kepada para santri putri tingkat SMP sederajat yang mukimi di pondok putri PPTQ Al Ma’ruf. Selain para santri, para pengasuh juga turut serta menyukseskan agenda tersebut.
Learning community yang dipraktekkan Nurul Izzah adalah proses pembelajaran oleh sekelompok orang yang berbagi tujuan dan saling bekerja sama untuk belajar dan memecahkan masalah melalui diskusi, berbagi gagasan dan ide.
Melalui Komunitas belajar matematika, santri PPTQ Al Ma’ruf dapat saling berkolaborasi dan bertukar informasi yang mereka dapatkan.
Cara ini membuat santri lebih interaktif dalam berdiskusi dalam memecahkam masalah matematika. Mereka tidak lagi malu-malu untuk menanyakan hal-hal yang tidak mereka pahami kepada sesama anggota komunitas, sehingga terbentuk suasana kolaboratif yang baik.
Secara umum pendampingan tersebut dilakukan dalam beberapa kegiatan. Pertama yaitu koordinasi dan diskusi dengan pengurus dan pengasuh PPTQ Al Ma’ruf mengenai rencana program dan jadwal pelaksanaan.
Selanjutnya adalah pembentukan komunitas belajar matematika sekaligus menetapkan pengurus komunitas yang terdiri dari ketua, sekertaris dan bendahara.
Sedangkan anggota komunitas akan dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4-5 santri. Tujuannya agar diskusi belajar lebih terfokus, interaktif dan kolaboratif.
Dalam pembelajaran kelompok kecil tersebut, para santri diharapkan bisa berdiskusi dan berkolaborasi menyelesaikan masalah kontekstual dalam ilmu agama seperti perhitungan mawaris, zakat, dan hisab secara matematis dengan lebih menyenangkan.
Dalam pendampingan tersebut, para santri yang setiap harinya menghafal Al Qur’an itu juga diajak untuk mengkaji lebih dalam ayat- ayat Al Quran yang menjelaskan tentang matematika, seperti surat An-Nisa ayat 11 yang berbicara tentang operasi hitung pembagian.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi belajar matematika dan kemampuan matematis santri pondok pesantren melalui metode learning community.
“ilmu matematika adalah ilmu yang universal dan dibutuhkan di berbagai bidang, termasuk agama. Sehingga matematika wajib dipelajari oleh berbagai kalangan termasuk santri. Ilmu matematika bukanlah ilmu yang menakutkan, asalkan kita memiliki kemauan yang kuat dan istiqomah dalam mempelajarinya, insyaallah bisa kok mendalami matematika. Apalagi santri yang terbiasa menganalisa dan mengkaji bersama kitab kuning dalam forum bahtsul matsail.” Kata Guru MAN 2 Kota Kediri tersebut.
Mahasiswa S2 tersebut juga menyampaikan, tujuan lain kegiatan ini adalah mengkaji lebih dalam keterkaitan antara ilmu agama dan ilmu sains, sehingga keduanya bisa saling menopang dan menguatkan. Selain itu kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya belajar matematika di lingkungan pondok pesantren yang dapat diintegrasikan dengan ilmu agama dan Al Qur’an.
“Bagi saya ilmu agama dan ilmu sains tidak bisa dipertentangkan, keduanya harus saling menguatkan. Kegiatan ini adalah upaya saya untuk menunjukkan bahwa matematika pun memiliki sisi religiusitas, dan bisa dijadikan instrumen untuk mempermudah orang menjalankan agama. Harapan saya, kegiatan ini membuat ilmu matematika lebih membumi di kalangan santri,"
“Saya merasa bebas bertanya kepada teman saya tanpa harus malu-malu” ujar Livia salah satu santri putri di PPTQ Al Ma’ruf.
Hal senada diungkapkan juga oleh Nanda. Ia mengungkapkan, pada komunitas tersebut terjadi interaksi dan tukar pikiran dalam menyelesaikan soal matematika, selain itu ia juga mendapatkan banyak manfaat dari metode tersebut dengan cara take and give antar sesama santri.
“Saya berharap guru-guru disini juga menerapkan metode yang sama dengan Bu Izzah” ungkap santri putri ini.
Dampak positif dari kegiatan ini juga dirasakan oleh PPTQ Al Ma’ruf sendiri. Mereka merasa budaya belajar khususnya matematika mulai tumbuh di lingkungan pondok pesantren.
“Sebagai pengasuh saya mengapresiasi kegiatan seperti ini, kami mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan” kata K. Ahmad Fauzan Al Hafidz pengasuh PPTQ Al Ma’ruf.
Sementara itu Izzah menambahkan, metode ini tidak hanya bisa diterapkan pada mata pelajaran matematika, melainkan juga pada mata pelajaran lain. Intinya metode ini bertujuan untuk menumbuhkan minat belajar santri secara kolaboratif melalui komunitas-komunitas kecil yang mereka bangun.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Marah
0
Sad
0
Wow
0

